Dr. Mohsen
Dr. Mohsen
Dr. Mohsen
Dr. Mohsen, Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

JAKARTA, PENDIDIKANISLAM.ID – Program Beasiswa Santri Berpestasi (PBSB) yang telah 10 tahun atau tepatnya sejak tahun 2005. Berbagai sambutan positif dari masyarakat dengan prestasi alumninya semakin menguatkan bahwa program ini harus terus dilaksanakan oleh Kementerian Agama.

“PBSB akan dilanjutkan karena telah mengangkat citra dan pamor tidak hanya Kementerian Agama akan tetapi juga santri pondok pesantren yang belajar di madrasah aliyah”, kata Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen, ketika ditemui diruang kerjanya, Selasa (16/02/2016) pagi.

Berbagai evaluasi dan kajian singkat atas keberlangsungan PBSB yang selama ini telah mendulang kesuksesan “agaknya” program ini akan diteruskan namun dengan format yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kemungkinan besar PBSB 2016 dilaksanakan dengan diversifikasi. Tafaqaqhu fiddin dan afirmasi terhadap santri Indonesia Timur adalah prioritasnya”, kata mantan Kakanwil Propinsi Sulawesi Tengah ini.

Konsentrasi tafaqaqhu fiddin,  lanjut  Mohsen adalah pengembangan ilmu keagamaan di Ma’had Aly yang selama ini sudah berjalan dan kurang maksimal penangannya oleh Kementerian Agama. Maksimalisasi pesantren di kampus perguruan tinggi Islam (Islamic Boarding) dibawah Direktorat Pendidikan Tinggi Islam juga menjadi fokus alternatif PBSB ini. Sedangkan afimasi terhadap santri Indonesia Timur akan terus dikaji mengingat pendanaan tahun ini yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Opsi lain dari model penyelenggraan PBSB 2016 tahun ini adalah tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. “PBSB tahun 2016 tetap dilanjutkan dengan format lama yaitu bekerja sama dengan perguruan tinggi umum dibawah Kemenristek Dikti dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di bawah Diktis sebagai perguruan tinggi mitra,” kata Doktor yang pernah nyantri di Pesantren Al Khairat Palu ini. (viva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here