UIN Maliki Malang
UIN Maliki Malang

Untuk tahun pertama tahun 2016 ini, UIN Maliki hanya akan menerima 40 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK). “Mereka itu harus benar-benar cerdas, pintar, dan berkualitas,” kata Rektor UIN Maliki, Mudjia Raharjo beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, sebenarnya pembukaan FK ini adalah tahun lalu, 2015, namun dikarenakan ada kendal teknis, maka baru sekarang bisa menerima mahasiswa baru.

“Sebenarnya, Fakultas Kedokteran akan dibuka pada tahun lalu, 2015. Namun, karena ada aturan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bahwa setiap kampus yang memiliki FK harus mempunyai rumah sakit, pembukaan FK tersebut diurungkan,” ucap guru besar yang masih aktif ngaji ihya ulumuddin di KH. Tolchah Hasan ini.

Setelah ada kebijakan baru, lanjut Mudjia, bahwa tidak harus memiliki rumah sakit sendiri, tetapi menggandeng rumah sakit (RS), kerjasama dengan rumah sakit milik TNI pun dilakukan. Kerjasama itu di bidang penyediaan fasilitas bagi mahasiswa kedokteran, tempat praktik, dan para dokter yang bisa mengajar di FK UIN Maliki.

“RS Soepraoen bertipe B dan belum bekerja sama dengan perguruan tinggi lain. Maksimal satu rumah sakit ada dua kerjasama dengan kampus, jadi kami pilih Soepraoen karena faktor itu,” ucap mantan santri kalong di Pondok Mangunsari (Tulungagung) dan Pondok Miftahul Huda (Malang) ini.

Kerja sama dengan rumah sakit milik TNI itu, kata Mudjia, di antaranya di bidang penyediaan fasilitas bagi mahasiswa kedokteran, tempat praktik serta dokter-dokter di RS Soepraoen bisa mengajar di FK UIN Maliki. Dan, lima tahun ke depan, diharapkan FK UIN Maliki sudah memiliki peralatan sendiri, termasuk fasilitas laboratorium yang lengkap.

“Ditargetkan tahun 2020 itu UIN sudah memiliki RS sendiri,” tegasnya.

Sedangkan untuk raung perkuliahan, sudah di siapkan gedung di Kecamatan Junrejo, Kota Batu Malang. (viva-berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here