Muthmainnah sedang memeragakan kreasinya

Jakarta, PENDIDIKANISLAM.ID – Penyiram tanaman otomatis memang bukan ide baru. Nyatanya, konsep ini menarik dan bermanfaat sehingga terus dikembangkan para pecinta robotik.

“Di lingkungan sekolah kita tanahnya kering. Kita terpikir gimana caranya supaya tanaman bisa disirami secara teratur, bahkan ketika sedang ditinggalkan bepergian,” kata Muthmainnah.

Bersama dua temannya Muhammad Kamil Rizki dan Husein yang sama-sama anggota Karya Ilmiah Remaja (KIR) di Madrasah Aliyah (MA) Al Falah Pamecatan Jawa Barat, gadis berkerudung ini pun membuat proyek penyiram tanaman otomatis.

“Biaya pembuatan habis hanya sekitar Rp 300 ribuan, karena manfaatkan barang-barang bekas. Yang mahal itu sistemnya, seperti arduino, soil sensor, bluetooth sama pompa-nya,” terang Muthmainnah seperti diberitakan inet.detik.com, Kamis (11/3/2016).

Planting Emulator System, demikian nama prototipe ini, seperti dijelaskan Muthmainnah, memanfaatkan soil sensor untuk mengukur kelembaban tanah.

Sensor ini nantinya akan meneruskan pesan ke aplikasi Automatic Gardener di smartphone Android untuk menggerakkan pompa yang akan membasahi tanah.

“Misalnya kalau mau pergi selama seminggu, kita bisa pilih mode manual atau otomatis penyiraman dari aplikasinya di smartphone. Automatic Gardener-nya belum ada di Play Store, baru bisa dapat dari scan barcode,” sebut Muthmainnah.

Penyiram tanaman otomatis/detikINET
Penyiram tanaman otomatis/detikINET

Anggota tim lainnya Kamil dan Husein mengatakan kendala pembuatan proyek ini terletak pada sistem coding yang mengukur kelembaban tanah. “Masih suka ada kesalahan menentukan tanah ini cukup lembab atau nggak,” kata Husein.

Kendala lainnya adalah pemasok daya yang boros daya. Itu sebabnya, mereka kadang menggunakan power bank. Semua kekurangan itu masih terus disempurnakan agar benar-benar berfungsi dengan baik.

Prototipe ini memenangkan juara tiga kompetisi Thamrin Olympiad & Cup (TOC) VI yang diselenggarakan SMA Negeri Unggulan (SMANU) Mohammad Husni Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur.

Kompetisi yang didukung Samsung Indonesia ini menilai karya KIR Al-Falah bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar jika dikembangkan lebih lanjut.

“Inovasi itu paling penting adalah berguna. Samsung juga sangat sadar akan hal itu, makanya dalam setiap produk kami gak asal berinovasi. Kita buat sesuatu yang matters ada manfaatnya,” kata Corporate Marketing Director Samsung Electronic Jo Semidang.

Selain menambahkan sejumlah pembaruan. Ke depannya, tim KIR Al Falah berencana akan menawarkan perangkat mereka agar bisa dimanfaatkan bidang pertanian.

“Kita mulai dari para petani di lingkungan sekitar sekolah dulu. Kebetulan ayah saya petani juga, nanti inginnya dimanfaatkan banyak orang,” harap Muthmainnah. (detikINET/Fathoni Ahmad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here