KH-Hasyim-Asy'ari-Quote--
KH-Hasyim-Asy'ari-Quote--

Suatu hari A Wahid Hasyim menerima tamu seorang sahabatnya, Abdullah Ubaid, yang membawa seorang putranya berumur 3-4 tahun. Dihidangkanlah minuman the 3 cangkir. Satu untuk Ubaid, satu untuk anaknya, dan satu lagi untuk shahibul bait atau tuan rumah.

Terjadilah perbincangan antara seorang ayah dan anak.

“Ayah, tolong ambilkan air tehnya?” pinta anaknya.

“Nak, coba ambil sendiri. Kan tehnya ada di dekat kamu.”

“Ayah, enggak bisa. Kalau nanti aku ambil, jatuh, dan pecah bagaimana?”

“Enggak akan jatuh Nak, kalau kamu mengambilnya hati-hati. Pelan-pelan saja.” Ayahnya kembali meyakinkan.

“Ayah… kan tehnya panas. Aku belum kuat memegangnya.” Anaknya masih menunjukkan keengganannya.

“Nah, sabar dulu kalau begitu. Tunggu sampai agak dingin, nanti kamu bisa mengambil dan meminumnya dengan mudah dan enak,” kata Sang Ayah.

Akhirnya anak itu pun menunggu tehnya dan tatkala sudah agak dingin ia mengambilnya dengan tangannya sendiri dan meminumnya.

Dialog yang sederhana. Tetapi di balik itu ia ada contoh yang disuguhkan, yaitu cara praktis membangun kepercayaan diri seorang anak dalam kebiasaan sehari-hari. Sepele, tetapi signifikan dalam membangun karakter anak.

Disadur dari Guru Orang-Orang dari Pesantren,

LKiS Yogyakarta, Cet ke 3, 2008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here