Melanjutkan Hafalan Al-Qur’an

Ika Damayanti mulai menghafal Quran secara intensif saat masuk MAN ICG. Tahfidzul Quran adalah program setiap harinya, 30 menit sebelum proses belajar mengajar pagi hari dimulai dan 30 menit sebelum sholat Isya. Dalam program ini para santri dan santriwati mendapat buku hafalan, dimana setiap setoran hafalan atau murojaah tercatat di dalam buku itu.

Fastabiqul khoirot, ya berlomba-lomba dalam kebaikan, beberapa teman-teman saya sudah hafidz sebelum beranjak ke MAN ICG, sehingga mereka menyetorkan hafalannya dengan penuh semangat, saya juga dengan semangat berusaha untuk memanfaatkan waktu itu dengan baik, hingga setoran saya telah melebihi target hafalan yang harus dicapai selama 3 tahun di MAN ICG,” kata Ika.

Pada 2012 saat diadakan kegiatan MTQ, saat itu Ika berumur 16. Ia mengikuti lomba tahfidz 10 Juz. “Saat itu hafalan saya 5 Juz, berarti saya harus mengejar 5 Juz dalam waktu singkat untuk mewakili MAN ICG,” katanya. Didukung oleh para hafidz hafidzah teman-temannya alhamdulillah Ika bisa meraih juara 1 untuk bidang tahfidz atau hafalan Al-Qur’an.

Aktifitas menghadal Al-Qur’an masih dilanjutkan oleh Ika saat ini ketika berada di Jerman. Ia belajar Quran di masjid Al-Rahman Leipzig yang dibimbing  oleh beberapa temannya asal Siria di akhir pekan.

Secara intensif ia juga menghadiri pengajian muslimah Leipzig yang diadakan 2 minggu sekali, mengaji Al-Quran dan juga membahas Hadits. Selain itu, untuk murojaah saya menyetorkan hafalan saya di grup WhatsApp, MEMORIZING QURAN: Menghafal Quran 1 Hari 1 Ayat.

“Saya berencana menyelesaikan hafalan Quran saya dan bisa memperkenalkannya dalam terjemahan bahasa Jerman, khususnya di bidang kesehatan. Saya juga mendaftarkan diri di sebuah lembaga beasiswa Avicenna khusus untuk mahasiswa muslim, dalam rangka menjadi kader dan cendekiawan muslim yang berkarya dengan ilmu pengetahuan,” katanya. (*)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here