[tps_title]Cara Menghafal[/tps_title]

Terkait kepandaian Alex menghafal peta itu, sedikit gambaran, saat usia 5 tahun ia hafal bendera seluruh 194 bendera negara yang ada dalam buku Atlas Stiker Bendera. Ia juga hafal bendera negara yang dulu pernah ada atau yang telah berganti benderanya. Misal Uni Sovyet, Yugoslavia, Bermuda, Gibraltar, Cekoslovakia, Jerman Barat&Timur, Rwanda, dan lain-lain.

Alex juga tahu letak negara-negara di dalam peta, di kawasan mana, serta sebagian besar ibukota negara sampai kurang lebih 60%. Untuk Peta Indonesia, Alex hafal semua provinsi dan ibu kotanya, serta dimana letaknya di peta.

Karena itu ia mendapat rekor MURI pada bulan Juli 2009 sebagai pembaca peta termuda. Bagaimana cara ia bisa menghafal peta dunia dan bendera negara-negara sebanyak itu?

Alex mengatakan, dirinya tidak memiliki cara khusus untuk membaca peta dan menghapalnya. Kedua orangtuanya hanya membelikan peta, kemudian dia membacanya setiap hari hingga hapal. Itu sudah dilakukannya sejak umur tiga tahun, kemudian hapal pada usia lima tahun.

Saat masih kecil memang dirinya sangat menyukai warna-warna. Dari situ ayahnya menyodorkan bendera-bendera negara yang berwarna-warni. Jadi yang ditawarkan ayahnya adalah learning by doing (belajar dengan melakukan).

Waktu masuk televisi agak malu. Jadi di rumahnya ditempeli poster tentang dunia semua, sehingga jika mau ke mana-mana Alex selalu bisa melihatnya. Karena kebiasaan melihat dan membaca peta itulah yang akhirnya dia hapal.

Karena kemampuan menghafal yang luar biasa itu, pantas kalau Alex bercita-cita ingin menghapal al-Qur’an. Menurutnya dengan menghapal al-Qur’an kita akan diberkahi di dunia dan akhirat.

Sejak masuk pondok, Alex sudah hapal juz ‘amma, di pondok pesantren Pandanaran mulai dari surah al-Muthafifin satu bulan sudah juz ‘amma. Sekarang anak yang setiap hari mengenakan peci hitam ini sudah menghapal surat al-Kahfi.

Di Pandanaran, satu kelas dibimbing satu guru tahfidz, sedangkan Alex dibimbing oleh Pak Deni Iskandar. Beliau orangnya baik. Model bimbingannya, setiap santri maju satu persatu untuk menyetorkan hafalan mereka.

Alex ingin sekali bisa menghafalkan Al-Qur’an samapai hatam 30 juz. Ini adalah salah satu cara dia membahagiakan orang tuanya.

Setelah lulus Madrasah Tsanawiyah di Pandanaran nanti, ia ingin melanjutkan ke Insan Cendekia, Serpong. Dia ingin masuk ke sana karena ia mendengar Insan Cedekia merupakan sekolah favorit.

Kebanyakan lulusan MA Insan Cendekia melanjutkan kuliah ke luar negeri, terutama Jepang, kata Alex. Namun, “Kalau kuliah nanti saya ingin melanjutkan studi di Harvard University,” katanya optimis. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here