Diah Wijiastuti - Guru Spesiasil Bahasa Jepang

Ibu guru madrasah yang satu ini spesialisa mengajar bahasa Jepang di MAN 2 Yogyakarta. Ia telah mengantarkan para siswanya berprestasi di bidang bahasa Jepang. Ia juga mempunyai beragam aktivitas yang berhubungan dengan negara Jepang. Apa sebenarnya yang membuatnya tertarik dengan Jepang?

***

Tahun 2011 The Japan Foundation mengundang 14 guru dari Indonesia untuk mengikuti  Short Term Program for The  Japanese  Language  Teacher  di Institut Urawa selama 2 bulan. Program ini adalah pelatihan bagi guru-guru di berbagai negara penyelenggara KBM Bahasa Jepang. 14 peserta itu adalah utusan dari berbagai provinsi di Indonesia. Diah adalah satu-satunya peserta yang berasal dari Kementerian Agama.

Diah dan 13 guru lainnya dari Indonesia mendapatkan pelatihan bahasa Jepang bersama guru-guru dari Rusia, Vietnam, Brasil, Mongolia, NewZeland, Malaysia, Srilanka, Tonga, dan Thailand.

Bahasa Jepang sudah menjadi bagian dari hidupnya. Hampir semua jenjang pendidikan yang dilaluinya selalu terkait dengan bahasa Jepang. Sejak awal mengajar, Diah Wijiastuti spesialis mengajar bahasa Jepang. Jika ada tamu dari Jepang, ia selalu berada di depan mendampingi mereka. Di sela kesibukannya mengajar, ia menjahit yukata atau kimono dari bahan batik yang dipesan oleh orang Jepang sebagai cinderamata. Satu lagi, anak-anaknya juga mempunyai nama mirip orang Jepang.

Berawal dari kelas 5 SD ketika Diah Wijiastuti menonton drama ‘Osyin’ di TVRI, ia sudah mulai tertarik dengan sesuatu yang berbau Jepang. Lulus dari SMK Negeri Yogyakarta tahun 1996, Diah Wijiastuti memperoleh beasiswa untuk mengikuti Magang di Jepang selama 3 tahun (1997-2000).

Ia masuk kuliah di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) D-3 Bahasa Jepang tahun 2001–2003. Di masa kuliah itu Diah sudah mulai mengajar spesialis bahasa Jepang. Namun penddikannya di bidang Bahasa Jepang terus berlanjut. Tahun 2006-2007 menempuh pendidikan Akta Mengajar di Universitas PGRI Yogyakarta  (UPY).  Tahun 2007-2010 ia menempuh S1 Bahasa Jepang di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Tahun 2011 Diah mendapat beasiswa dari The Japan Foundation, untuk mengikuti  Short Term Program for The  Japanese  Language  Teacher  di Institut Urawa, Jepang selama 2 bulan. Program ini adalah pelatihan bagi guru-guru di berbagai negara penyelenggara KBM Bahasa Jepang. Rusia, Vietnam, Brasil,Mongolia, NewZeland, Malaysia, Srilanka, Tonga, Thailand, Indonesia adalah diantara yang diundang waktu itu.  “Saya merupakan satu-satunya  peserta yang berasal dari Kementerian Agama. 14 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, 13 peserta merupakan guru sekolah negeri,” ujarnya.

Belajar dari Orang Jepang

Di sela-sela mengajar, Diah sering diminta untuk menjadi penterjemah bahasa Jepang untuk tamu yang berkunjung ke Yogyakarta. Para tamu dari Jepang dimintanya untuk berkunjung ke MAN Yogyakarta II dan bertemu siswa. Mereka memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar Bahasa Jepang lebih giat lagi.

Para siswa tertarik dengan etos kerja orang-orang Jepang. Terkadang mereka bertanya, “Kalau orang Jepang itu bisa belajar sampai malam itu resepnya apa ya, bu?” Sebenarnya hampir sama, kalau kita memulai aktivitas itu lebih pagi kalau mereka agak siang.

Jepang adalah salah satu negara maju di dunia. Impian terbesar Diah sebagai guru bahasa Jepang, ia berharap siswa-siswanya bisa belajar banyak dari Jepang: tentang bagaimana menjadi insan yang tertib, disiplin, bertanggung jawab. “Karena hanya dengan pembelajaran langsung terjun dan berkecimpung didunia yang sebenarnyalah ilmu cepat diserap dan dipraktekkan,” katanya.

“Harapan saya siswa-siswi saya bisa ke Jepang melalui program pertukaran pelajar. Di tahun 2009 ada alumni dari sini yang kebetulan tertarik dengan Jepang yang lolos program pertukaran pelajar ke sana. Namanya Dimas Wisnu Wibowo. Saat mengajarkan dulu, saya hanya bilang kepada para siswa Jepang itu begini-begini. Saya ingin suatu saat anda membuktikan ucapan saya itu. Anda membuktikan sendiri yang saya ceritakan. Dan suatu hari ketika anda datang ke saya, anda mengatakan ternyata yang Ibu diah katakan tentang Jepang itu benar,” kata Diah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here