Setelah belajar beberapa tahun belajar di satu pesantren di Jombang Jawa Timur, Uyun Chariza Aziza beruntung bisa melanjutkan belajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong. Santriwati pintar asal Blitar ini kemudian berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang olimpiade internasional. Beragam prestasi mengantarkannya melanjutkan studi di APU Jepang.

Melalui MAN Insan Cendekia Serpong, ia menjadi salah satu juar pada pada olimpiade internasional dalam bidang Geografi di Polandia. Ia meraih medali perunggu dalam kejuaraan Internasional Geografi Olympiade 2014 atau yang dikenal dengan istilah IGeO.

Di madrasah dulu, MAN Insan Cendekia Serpong, gadis cantik kelahiran Nganjuk 24 April 1996 itu mengaku ikut klub bidang studi geografi. Dalam klub bidang studi itu, dia belajar tentang Geografi secara umum baik geografi fisik dan geografi manusia, ditambah wawasan umum.

“Hal itu sangat menarik bagi saya untuk membuka peta, membaca atlas atau globe, hingga langsung turun ke lapangan,” ujar Uyun.

Berangkat ke Jepang

Saat ini Uyun sedang menempuh studi Asia Pasifik di Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang. Awalnya, ia termotivasi pembimbing konseling dan juga kakak kelas yang telah menempuh studi di sana.Universitas tersebut juga cocok dengan background Uyun sebagai anak IPS, yang juga menyukai bidang geografi. Ditambah lagi, dia pernah mengikuti short program di Jepang yang membuatnya semakin salut dengan negara sakura itu.

Ia cukup percaya diri untuk mendaftar, lalu mengumpulkan berkas, dan mengikuti wawancara. Namun, ketika diumumkan bahwa namanya diterima di universitas itu, dia mendadak mulai ragu. Alasanya, sekalipun mendapat potongan uang kuliah, dia khawatir dengan living cost setelah pengumuman penerimaan keluar.

“Saya sempat mengurungkan diri untuk tidak berangkat. Alhamdulillah saya diberi informasi tentang aplikasi beasiswa prestasi Kemenag melalui Lembaga Nan Unggul Indonesia,” imbuhnya sumringah.

Saat tes masuk sebenarnya Uyun tidak bisa mempersiapkan diri dengan maksimal karena bertepatan dengan pelatihan nasional untuk IGeO. Namun, dia tetap percaya diri dengan pasrah kepada Allah akhirnya bisa melewati tes berkas, tes tulis mata pelajaran, tes bahasa Inggris, dan tes wawancara. “Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk berangkat ke Jepang,” ucapnya.

Uyun sangat menikmati kuliah di Jepang. Universitasnya mempunyai atmosfir dunia internasional yang paling kuat di Jepang. Setengah dari total mahasiswa adalah mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara. Pembelajarannya dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris, selain itu mahasiswanya bisa memiliki banyak kesempatan untuk berorganisasi, dan melakukan kegiatan luar kampus seperti exchange. Selain menikmati perkuliahan di kelas, Uyun juga bisa belajar di luar kelas tentang budaya negara lain, hingga softskill untuk survive di negara orang.

“Salah satu kegiatan saya adalah sadou, atau upacara minum teh Jepang. Kegiatan ini diadakan oleh seseorang Jepang yang gemar teh setiap hari Rabu. Saya pun berada di lingkaran orang lokal Jepang dengan segala khasnya,” ujarnya.

Kegiatan Sadou membuatnya sering makan malam bersama orang Jepang, hingga berjalan-jalan bersama. Dia mengaku salut dengan kebaikan orang Jepang yang menghormati dan menjadikan orang asing bagian dari mereka. Dia pun tak dianggap asing, bahkan dia ditawari untuk mengambil sadou license dalam waktu dekat. “Saya juga belajar sikap teliti, tenang, hingga kesederhanaan dari sadou ini,” tuturnya.

Meski saat ini sudah bisa kuliah di Jepang, menurutnya jalan menuju kesuksesan masih panjang. Selama ini, dia masih merasa bermasalah dengan perasaannya yang masih moody dan free style dalam belajar. Dia sering malas belajar bila tanpa tekanan atau motivasi. Untuk membuat mood-nya baik, terkadang dia perlu mencintai sesuatu. Saat sudah cinta, dia bisa merelakan banyak waktu untuk hal itu.

“Namun, saya sering hilang mood atau fokus di tengah jalan. Sehingga saya terus berusaha mencari mood booster agar tetap on track. Melihat ini, saya sangat butuh saling dukung dan saling doa dengan semua orang agar bisa sama sama sukses dan bermanfaat,” tandasnya memotivasi diri

Meski demikian, dia pasrahkan semua kepada Allah SWT lah yang Maha Pengasih dan Maha Menentukan. Dia percaya dengan kekuatan sebuah doa yang bisa dikabulkan Allah SWT dengan segala rahmatNya. “Allah SWT yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Kita hanya bisa merencanakan, dan Allah SWT yang akan menentukan,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here