goresan tangan menteri agama

PendidikanIslam.id – Sikap apresiatif melalui pemberian penghargaan (reward) adalah sesuatu yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Penghargaan ini dilakukan guru kepada siswa agar motivasi belajar mereka tetap terjaga bahkan meningkat beberapa kali lipat.

Berdasarkan pemikiran yang sama, hal ini juga dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mengapresiasi guru lewat goresan tangan yang dilakukannya pada Senin (4/4/2016) bersamaan dengan momen pelaksanaan Ujian Nasional (UN) MA/SMA/SMK hari pertama saat dirinya meninjau pelaksanaan UN di salah satu Madrasah Aliyah.

Menag RI saat menggoreskan pesannya
Menag saat menggoreskan pesannya/@Kemenag_RI.

Lewat ekspresi spesialnya itu, Menag menyadari betul apa yang selama ini diberikan oleh para guru yang setiap hari berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam tulisan tangannya tersebut, Menag mengatakan, “Selamat kepada semua pendidik/guru. Mendidik siswa-siswi kita pada hakekatnya adalah membangun peradaban bangsa Indonesia.” Menag juga membubuhkan tanggal, tanda tangan, nama jelas, dan jabatannya sebagai Menteri Agama RI.

Dalam goresan tangannya itu, Menag menggunakan huruf kapital. Ini memberi ungkapan bahwa Menag ingin menunjukkan apresiasi sebesar-besarnya kepada guru yang selama ini mendidik siswa hingga ke tahap akhir ujian nasional. Bahkan nilai-nilai pendidikan yang diberikan oleh guru kepada generasi bangsa akan hidup sepanjang hayat (life long education).

Goresan tangan Menag juga menggunakan rata tengah. Jika melihat filosofi pendidikan yang disampaikan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantoro yang menyatakan, Ing Madyo Mangun Karso (di tengah-tengah membangun kemauan/niat), maka Menag ingin memberi pesan kepada semua guru dan pendidik agar senantiasa membangun motivasi belajar di tengah-tengah siswa. Tentu dengan tidak menafikan dua filosofi lainnya yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan/contoh) dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan).

Tulisan rata tengah itu juga menyiratkan bahwa Menteri Agama berharap kepada semua guru agar tetap bersikap moderat (mengambil jalan tengah) dan mengayomi siswa. Dengan kata lain, tidak otoriter, tidak mengumbar kekerasan baik fisik maupun nonfisik, serta tidak diskriminatif. Guru harus senantiasa bersikap mendidik, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Dalam hal ini, Menag juga mendorong pendidikan yang ramah, santun, dan menyejukkan harus ditekankan guru kepada para siswa mengingat keberagaman bangsa Indonesia. Hal ini sangat baik untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati terhadap setiap perbedaan. (Fathoni Ahmad)

1 COMMENT

  1. Assalamu alaikum Pak Presiden,saya pengajar di madrasah di Pati. Sudah 9 bln ini dana sertifikasi belum cair, mengapa Pak ? Padahal dana itu untuk makan sehari2 keluarga kami,untuk operasional mengajar, untuk membayar listrik,untuk membayar spp anak2 kami,untuk membayar sewa rusun dan untuk biaya pengobatan jika ada yang sakit. Hanya mengandalkan gaji dr mengajar jelas sangat2 tak mencukupi. Tolong kebijaksanaanya agar tunjangan sertifikasi dapat segera dicairkan….saya sdh tak tahu kemana lagi mencari pinjaman…..saya sdh tak tahu lagi besok bisa makan atau tidak…bisa pergi mengajar atau tidak….bisa membayar listrik atau diputus…bisa membayar rusun atau bakal diusir…tolong kami guru2 di madrasah di Pati, Pak Presiden. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here