Hafalan, syarat kenaikan kelas

Setiap santri Guyangan harus siap dengan aneka syarat kenaikan kelas. Syarat mutlak kenaikan kelas di semua jenjang pendidikan antara lain: untuk tingkat Ibtidaiyah, Diniyah, dan Tsanawiyah harus hafal Nahwu (al-Nahwu al-Wadlih) dan Shorof (al-Amtsilat al-Tashrifiyah), untuk tingkat Tsanawaiyah harus hafal Nahwu 1000 bait (Alfiyah Ibnu Malik), untuk tingkat Aliyah harus hafal matan al-Qawaid al-Fiqhiyah 525 bait.

Tradisi menghafal ini, bagi Kiai Najib, sangat mendukung dalam memahami kitab kuning. Pemberlakuan syarat hafalan ini telah dilakukan sejak Raudlatul Ulum didirikan. Tujuannya, memberi bekal santri mengasah kecerdasan. Untuk madrasah atau pesantren di Pati, tinggal Guyangan dan Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM) Kajen asuhan Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh yang masih mempertahankan hafalan sebagai kenaikan kelas secara turun-temurun.

Kecuali persyaratan di atas, khusus para santri kelas XII MA dinyatakan tamat dari Pesantren Raudlatul Ulum apabila lulus Ujian Munaqasyah. “Ujian khusus kelas XII (3 Aliyah-red) ini meliputi Baca Kitab Kuning, Hafalan Al-Qur’an 1 Juz, Conversation Bahasa Inggris, Muhadatsah Bahasa Arab, dan membuat Karya Tulis Ilmiah,” papar Kiai Najib.

Selain itu, para santri juga diharuskan meraih nilai standar 75. Tentang kelakuan, kerajinan atau kedisiplinan, kerapian dan kebersihan, setiap santri  juga harus meraih minimal nilai B dalam aspek ini.

Karena sudah teruji sejak awal, santri Guyangan pun tampil percaya diri ketika lulus. Menurut Ahmad Minan Abdillah, salah seorang pengajar, alumni Guyangan tercatat melanjutkan pengembaraan intelektualnya di 31 kampus baik negeri maupun swasta di dalam negeri. “Selebihnya di 11 kampus mancanegara. Mayoritas di Al-Azhar Kairo,” ujar salah satu cucu Mbah Suyuthi yang lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini.

Gus Minan menambahkan, tak heran jika Pesantren Raudlatul Ulum memiliki hubungan baik dengan Al-Azhar. Sehingga dosen pengajar bahasa Arab berkebangsaan Mesir pun diperbantukan di Guyangan oleh pihak Al-Azhar. “Paling tidak tiga orang dosen yang tinggal di sini,” ujarnya.

Dari tahun ke tahun, Pesantren Raudlatul Ulum selalu meraih prestasi gemilang baik di bidang Intelektual, Olah Raga dan Seni mulai tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Prestasi tingkat nasional antara lain masuk sepuluh besar Debat Bahasa Inggris, Musabaqoh Fahmi Kutubit Turats (MFKT) di Jambi. Juara I, Juara III, Juara Harapan II dan III pada Lomba Penulisan Proposal Wirasantri Mandiri Tingkat Nasional di Solo.

“Santri Guyangan juga menjuarai Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK) Tingkat Nasional di Banjarmasin (Tingkat Ula Bidang Akhlaq, Lughoh, dan Tafsir) serta Juara Lomba Mengarang Berbahasa Inggris Tingkat Nasional, dan Juara II bidang Nahwu dan Tarikh pada Musabaqoh Fahmi Kutubit Turats Tingkat Nasional di NTB,” ujar Gus Minan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here