Menurut dia, teknologi sebenarnya netral. Tergantung bagaimana penggunanya. Penguasaan sains dan teknologi merupakan satu dari lima pilar yang dimiliki Pesantren Almanar Azhari. Sedangkan empat pilar lainnya adalah hafal Al-Quran, menguasai Bahasa Arab dan Inggris, memahami dengan benar ilmu syariah Islamiyyah, dan berakhlakul karimah.

Untuk mencapai lima target tersebut, Pesantren Almanar memadukan sistem pendidikan kepesantrenan (pendidikan Islam), kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan kurikulum internasional. Kurikulum tersebut diterapkan untuk jenjang SMP dan SMA.

Asrama Pesantren Almanar Azhari
Asrama Pesantren AlManar Azhari

“Nah, untuk kurikulum pesantren, santri mengkaji berbagai kitab yang telah disusun tim Almanar Azhari yang berpedoman pada pelajaran islamic studies (al-ulum as syariyyah) dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,” tuturnya.

Pelajarannya meliputi, tafsir, fiqh, ushul fiqh, hadits, tauhid, faraid, dan tahfizh Al-Quran dengan menggunakan sistem talaqqi. pertemuan anatara ustadz dan guru, paparnya. Untuk ilmu fiqh, empat aliran mazhab semua diajarkan. Sementara akidahnya adalah Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

Selain itu, Pesantren Almanar juga bekerja sama dengan Cambridge University, Inggris. Kerja sama tersebut meliputi pelajaran Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris. “Materi soal ujian berasal dari Cambridge. Lulusan Almanar akan menerima Sertifikat Cambridge,” tutur alumnus Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Karena menerapkan sistem perpaduan, Pesantren Almanar tidak membedakan antara pelajaran agama dan umum. Nurcholis mencontohkan, jika belajar tentang biologi, planet, ekosistem misalnya, para pengajar juga akan memberikan penjelasan perspektif Islam. “Jadi ada internalisasi nilai-nilai Islam dalam sains,” ucapnya.

Asyik Nge-Blog

Saat jam istirahat tiba, para siswa tampak asyik bercengkerama di beranda kelas, masjid, dan di saung-saung yang berada di lokasi pesantren. Di antara mereka, ada dua santri yang sedang asyik berinternet-ria di pojok ruangan, di salah satu kelas: M Satrio Khalifah Ardhy dan Reza Anugrah Putra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here