kantin_kejujuran
Penampakan kantin kejujuran di sebuah sekolah

Kejujuran memang perlu ditanamkan sejak usia dini. Mulai dari bangku sekolah, bahkan sejak di rumah, sifat terpuji yang kini susah dicari itu patut dibiasakan. Pasalnya, kejujuran kini menjadi barang mahal sekaligus langka, apalagi di kota besar selayak Jakarta.

Di antara sekian cara menyemai kejujuran, adalah melalui kantin madrasah. Terobosan yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fauzain Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini patut dijadikan teladan bagi madrasah atau sekolah lainnya.

Kantin di bawah naungan Koperasi MI Al-Fauzain ini berdiri sejak MI Al-Fauzain Pagi dan Petang dilebur menjadi satu pada 1999. Sejak awal berdiri, dewan guru sebagai pengelola koperasi menerapkan mekanisme “Belanja, Bayar, Ambil Kembalian Sendiri” bagi para siswa.

Jika ada pembeli mengambil sendiri barang belanjaan, itu disebut pasar swalayan. Tetapi jika sang pembeli menjangkau sendiri, membayarnya, lalu mengambil sendiri uang kembalian, itu bisa kita temukan di kantin madrasah ini.

Madrasah yang berdiri sejak 1958 ini sepuluh tahun sebelumnya diapit oleh keramahan penduduk kampung. Sayangnya, kini terisolasi sejumlah gedung yang menjulang tinggi. Meski demikian, MI yang berdiri tegak di atas tanah wakaf sesepuh kampung Pondok Pinang Timur, Almarhum H Midi, ini terus berupaya menanamkan nilai-nilai jujur dan percaya sesama manusia.

Hampir setiap pagi anak-anak berkemurun di sekitar kantin madrasah. Mereka mengambil sendiri jajanan lalu memasukkan uang seharga jajanan ke dalam kotak uang yang sudah tersedia. Sekali dua, ada anak madrasah yang memasukkan uang lalu mengambil kembali jumlah uang yang lebih kecil sebagai kembalian.

Pihak guru melalui mekanisme belanja demikian berupaya menciptakan iklim jujur di lingkungan madrasah. Selain itu, mereka mendidik para siswa untuk mandiri sejak dini. “Kami ingin membiasakan jujur di kalangan pelajar,” kata Guru Sejarah Kebudayaan Islam Imran Rasyid.

Kantin sendiri buka sejak pukul 06.30 pagi. Satu kotak tempat uang disediakan pengelola koperasi. Ustadz Imran hanya melayani pengunjung koperasi ketika jam istirahat tiba, pukul 09.30 hingga 10.00. Selebihnya para murid melayani dirinya sendiri. “Pokoknya layanan kantin ini non stop,” kata Bendahara MI Al-Fauzain ini.

Koperasi ini menyediakan aneka jajanan anak-anak madrasah terutama makanan ringan. Pengelola koperasi juga menyediakan jajanan berat seperti mie instan, ketoprak, atau ketupat sayur. Untuk belanjaan seperti ini, Imran turun tangan melayani pembelinya. “Mana yang anak-anak tidak bisa, kami layani,” kata dia.

Soal tarif, jangan ditanya. “Kami kasih keringanan kepada anak-anak dengan harga murah. Sangat murah. Mana ada ketoprak seharga Rp.2000?” kata Imran yang juga telaten merawat pepohonan yang rimbun di halaman madrasah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here