Sejumlah Fasilitas Pesantren

Menurut salah seorang pengajar, saat ini Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan memiliki sejumlah fasilitas gedung berlantai 1, 2, dan 3 yang berdiri di atas tanah seluas 50 ribu hektar. Gedung tersebut antara lain MI, MTs, SMP, MA, SMK, Perpustakaan ATQIA, dan Institut Agama Islam Qamarul Huda, dua buah masjid, gedung koperasi pesantren , dan tentunya asrama santri putra dan putri.

Selain mengaji aneka kitab kuning, para santri juga dibekali berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang positif mulai pencak silat, marching band, seni qasidah, organisasi kesiswaan, hingga Tahfidzul Quran dan Seni Baca Tulis Al-Quran.

Uniknya, Al-Maarif disematkan di semua nama lembaga pendidikan di bawah pesantren ini. Hal ini seolah ingin mengabarkan kepada siapapun bahwa semuanya di bawah LP Maarif NU. Ditanya tentang pencantuman NU sebagai nama resmi pesantren, TGH Taqiyuddin tertawa sumringah. “Kami dari kecil NU. Taunya ya NU itu. Bagi kami, NU menjadi ruh perjuangan dakwah di sini,” ujar Ketua PWNU NTB ini mantap.

Pesantren NU Al-Manshuriyah LoTeng NTB
Papan nama pesantren berdiri di pinggir Jalan TGH Moh Shaleh Hambali Sangkong, Bonder-Praya Barat-Lombok Tengah, NTB

Seluruh gedung merupakan milik sendiri dan permanen. MA Al-Maarif, misalnya, telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Antara lain laboratorium bahasa dan komputer sebanyak 20 unit yang dipergunakan para siswa untuk beradaptasi dengan teknologi. Perpustakaan, aula pertemuan, dan musholla juga terlihat bersih di lingkungan pesantren ini.

Sebelumnya, pesantren ini tahun 2015 kemarin dipercaya sebagai tempat kedua pelaksanaan pra-Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama. Pesantren tersebut berdiri megah di Jl TGH Moh Shaleh Hambali Sangkong, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Padatnya jadwal kegiatan pondok tak membuat 1500-an santri merasa terbebani. Mereka justru menikmati segala aktivitas dengan ikhlas dan gembira. Hal tersebut setidaknya tergambar saat menjelang pembukaan acara pra-muktamar, Kamis (9/4) pagi. Mereka tampak bahu-membahu membersihkan sekaligus merapikan tempat acara.

Sementara santri putri dengan “Semangat 45” membantu tim pemasak di dapur umum yang disediakan pesantren. Pasukan tim marching band pesantren terlihat sedang pemanasan menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para kiai dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Di sepanjang jalan menuju pesantren, para santri membentuk pagar betis didampingi anggota Banser yang tampak berjaga-jaga di beberapa titik.(Musthofa Asrori)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here