5 Nia NuraeniBerdoa, berusaha, tawakkal. Demikian moto hidup yang tertancap dalam diri Nia Nuraeni. Di kepalanya sempat terbesit pikiran, bagaimana mungkin anak satpam seperti dirinya akan jadi seorang dokter? Tapi keraguan itu perlahan musnah. Alumni madrasah ini membuktikan, cita-cita bisa diraih dengan tekad, kerja keras, dan niat tulus.

Perempuan kelahiran 4 Oktober 1988 ini termasuk orang yang percaya bahwa keterbatasan ekonomi bukan kendala serius. Selama ada kemauan, pasti ada jalan. Jargon populer ini juga sanggup ia buktikan. Tanpa aksi nekad dan kepasrahan yang tinggi, mungkin ia tak akan pernah belajar di madrasah terpandang, merasakan studi di fakultas kedokteran, hingga menjadi dokter relawan di daerah-daerah pelosok dan terpinggirkan.

Semua ia mulai dari madrasah. Nia yakin, melalui lembaga pendidikan Islam basis keilmuannya akan terbina dengan baik, secara intelektual dan terutama spiritual. Nia pun tak asal pilih madrasah. Jatuh cintanya tertuju pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan, Banten, salah satu madarah favorit binaan Kementerian Agama. Lagi pula, rumah Nia hanya sekitar 500 meter dari madrasah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here