Gemar Detektif

Matematika bagi Haqi, seperti jalan hidupnya. Kegemarannya menonton film detektif dalam memecahkan permasalahan, diakuinya mengisi relung inspirasi hidupnya. Keinginan untuk menjadi detektif sangat kuat membara, sehingga ditanam sebagai cita-cita.

“Matematika adalah memecahkan persoalan dengan logika. Sangat menarik untuk mengajak berpetualang sebagaimana cita-cita saya yang ingin menjadi detektif,” ulas Haqi.

Semangat kuat untuk menjadi detektif dengan mempelajari matematika memang tidak sia-sia. Menginjak bangku kelas I MTs Bustanul Ulum, Haqi langsung tampil moncer dari siswa-siswa lainnya. Hanya berselang tiga bulan tercatat sebagai siswa Bustanul Ulum, Haqi sudah terlihat menonjol dengan mengungguli teman-teman di sekolahnya. Haqi akhirnya ditunjuk untuk mewakili MTs Bustanul Ulum dalam ajang olimpiade matematik tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Sumber Bungur.

Pertamakali mewakili MTs Bustanul Ulum, Haqi tidak mampu keluar sebagai juara di tingkat KKM itu. Haqi mengaku sempat kecewa. Pijakan untuk bangkit kegagalan dari ajang Olimpiade Matematika tingkat KKM, diakui Haqi adalah dorongan dari Kepala Madrasah Bustanul Ulum kala, No’man Afandi.

“Kakeh pokok teros ajher paggun juara. Mun tak juara, kettok tang tanang. Kakeh andik kalebbian bisa cepet hapal (Asal terus belajar, kamu pasti juara. Kalau tidak juara, potong tangan saya. Kamu punya sisi lebih, bisa cepat hafal),” ucap Haqi, menirukan perkataan No’man Afandi yang sudah dianggap sebagai orang tuanya.

Apa yang disampaikan No’man Afandi mulai terbukti. Tiga bulan berselang dari olimpiade matematika tingkat KKM, Haqi mulai berprestasi di tingkat Kabupaten Pamekasan. Dalam ajang Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten Pamekasan, Haqi keluar sebagai juara harapan I.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here