17 Wanggita Sierfefa, siswi MAN Insan Cendekia dari Papua, sedang tersenyum ceria
Wanggita Sierfefa siswi MAN Insan Cendekia Serpong dari Papua sedang tersenyum ceria

Siti Adijatiningsih Wanggita Sierfefa membuat catatan sejarah baru bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong, Banten. Ia adalah siswa asal Papua pertama yang belajar dan tinggal di asrama salah satu madrasah favorit di Indonesia itu.

Tita keturunan asli Papua karena ayahnya berasal Papua Barat. Kaimana termasuk kabupaten berbatas laut yang meliputi wilayah datar hingga berbukit-bukit, bahkan bergunung dengan kemiringan lereng bervariasi. Kaimana berada di sepanjang pantai yang berbatasan langsung dengan bukit tinggi yang berbaris memanjang. Adat istiadat masyarakat juga masih cukup kuat, kendati belakangan lebih cair akibat hadirnya budaya luar lewat pelabuhan.

Tita memang terlahir di Jakarta pada tahun 1999. Namun demikian, orang tua berasal dari sebuah kampung kecil bernama Wanggita, sekarang termasuk wilayah Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Tita dibesarkan dari keluarga muslim yang taat, meskipun kakek dan neneknya masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

“Sampai saat ini (2014, red), kampung kakek saya belum ada penerangan listrik dan jalan beraspal. Orang di kampung jika menyaksikan tayangan TV harus numpang di rumah warga yang punya antena parabola atau rumah Bapak Camat. Karena itu saya harus belajar giat, agar kelak bisa membangun Papua, saya ingin menjadi ahli matematika dan ekonomi,” tutur Tita.

Ia mengaku sangat jarang pulang ke kampung halaman di Papua lantaran letaknya yang sangat jauh dan berbiaya tinggi. Ongkos hidup di sana pun di atas rata-rata kota/kabupaten lainnya sebagai imbas dari infrastruktur dan transportasi yang belum sepenuhnya memadai. Tita terakhir ke sana pada tahun 2010 saat sekolah libur panjang.

Kondisi sosial ekonomi penduduk wilayah Kabupaten Kaimana umumnya bergerak dalam bidang perikanan dan pertanian yang sifatnya subsistem, perkebunan tradisional, buruh bangunan dan buruh pelabuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here