Menembus Seleksi Ketat

MAN IC Serpong yang sebelumnya bernama SMU Insan Cendekia didirikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) atas prakarsa BJ Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sekaligus kepala BPPT. Sekolah ini digadang menjadi lembaga pendidikan menengah ke atas unggulan yang memadukan etos mendalami ilmu agama (Imtak) dan dunia sains (Iptek).

Tak mudah untuk masuk ke madrasah ini. Begitu juga dengan Siti A. Wanggita Sirfefa atau yang akrab disapa Tita. Ia mesti bersaing dengan ratusan, bahkan mungkin ribuan, calon siswa dalam tes ketat yang digelar Kementerian Agama. Proses seleksi tergolong sulit karena sedari awal madrasah ini diperuntukkan untuk para siswa pilihan dengan potensi akademik di atas rata-rata.

Menurut Tita, soal yang diujikan untuk masuk MAN IC Serpong levelnya tiga kali lebih tinggi dari soal Ujian Nasional (UN). Dengan standar seperti itu persaingan dipastikan menegangkan. Namun melalui kerja keras dan persiapan yang matang, Tita diumumkan lolos pada tes seleksi MAN IC Serpong 2014. Hatinya gembira. Dan di titik inilah babak baru pengalamannya dimulai.

Kebanggaan dirasakan oleh sang ayah, Moksen Idris Sirfefa. Dia merasa haru dan bahagia karena perjuangan yang dilakukan anakanya dengan belajar tekun salama di MTs telah membuahkan hasil. “Saya selalu berpesan agar anak saya tetap menjaga akhlak, mengejar prestasi dan tetap semangat karena MAN IC itu bukan tujuan akhir melainkan gerbang menuju cita-cita sesungguhnya. MAN IC adalah kawah candradimuka yang akan menggodok anak saya menjadi manusia bertaqwa, berprestasi, menguasai sains teknologi dan berakhlak mulia,” jelas Mohsen Sirfefa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here