Mulai Menggeluti Dunia Anak

Suasana belajar sambil bermain di TK/KB Istiqlal
Suasana belajar sambil bermain di TK/KB Istiqlal

Nibras sudah memulai karirnya sebagai guru sebelum ia mengikuti pelatihan di Florida, Amerika Serikat, tepatnya setelah ia memperoleh SK sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Departemen Agama (Depag) pada tahun 1955. Sejak itu ia langsung bertugas menjadi guru di SMP Purworejo, Jawa Tengah. Pada tahun 1958 ia mengajar di SGTK semarng dan dalam kurun waktu 1959-1960 mengajar di SGA semarng.

Setelah mengabdikan dirinya menjadi seorang pengajar di daerah Jawa Tengah selama 6 tahun kemudian Nibras OR Salim hijrah ke Jakarta. Di ibukota ia pertama kali mengajar di PGA Jakarta dan berturut-turut mengabdikan dirinya di SMA VI Jakarta, SKKA Jakarta, dan SMA 24 Jakarta.

Selain aktif mengajar di beberapa sekolah, ia juga bekerja di pemerintahan. Karir di pemerintahan ini ia mulai dengan ia menjadi Kepala Seksi Pembinaan Da’i Kandepag Kota Jakarta pusat dari tahun 1979-1980, menjadi Kepala Seksi Lembaga Dakwah pada Direktorat Penerangan Agama RI tahun 1980-1984, menjabat sebagai Kepala Kantor BP4 pusat, dan terakhir ia menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Perkawinan pada Direktorat Urusan Agama Departemen Agama RI hingga 1987 sampai ia pensiun sebagai PNS.

Pengabdian dan kontribusi Nibras bukan hanya di pemerintah saja. Di luar tugas dinas, perempuan tangguh ini menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Sebelum akhirnya pindah ke ibu kota pada tahun 1956 ia mendirikan lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) Batik di Purworejo, Jawa Tengah. Lembaga ini merupakan warisan peninggalannya ketika masih menjadi tenaga pengajar di Jawa Tengah.

Ketika bertugas di Ibukota Jakarta, kontribusinya di dunia pendidikan semakin nyata. Misalnya, ketika di Jakarta Nibras mulai mendirikan dan memimpin lembaga pendidikan TK Islam di Yakpi di daerah Menteng Jakarta Pusat dari tahun 1964-1972, mendirikan TK Islam Cut Mutia tahun 1983, dan beliau menjadi Pembina TK dan SD Ar-rahman Yayasan Motik, Jakarta Selatan tahun 1984.

Sementara pada periode tahun 1990-an Nibras menjadi anggota Pengurus Litbang Agama dan Pembina Perguruan AL-Azhar Pondok Labu, Jakarta Selatan (TK/SD/SMP/SMU) Yayasan Anakku di bawah Pimpinan Bapak Bustanul Arifin. Kemudian pada tahun 1996 bekerja sebagai konsultan dan kepala TK Al-Falah Yayasan Al Falah yang dipimpin oleh Bapak Museno yang ketika itu menjabat sebagai Wagub bidang Kesra DKI Jakarta.

TK Al-Falah ini merupakan lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak yang dipersiapkan sebagai sekolah unggulan bertaraf internasional dan berwawasan Islam. Di sini, peserta didik tidak hanya pintar secara intelektual saja tetapi lebih dari itu mereka cerdas secara sepiritual serta memiliki akhlak yang baik.

Pada tahun 1997 setelah belajar di FLorida Nibras OR Salim mendirikan Taman Kanak-Kanak(TK) Islam Rasuna Said di Sumatera Barat dengan sistem bermain sambil belajar integrasi pendidikan keimanan, ketakwaan dan akhlaqul karimah. Dan lembaga pendidikan islam ini menjadi percontohan di Sumatera Barat. Tahun 1999 menjadi Pembina TK Islam Sabilina di Karanggan Permai Cibubur, Jakarta Timur-yang dipersiapkan sebagai TK Islam/RA Pembina.

Lembaga pendidikan terakhir yang ia rintis adalah Taman Kanak-Kanak (TK) Istiqlal – yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Madrasah Istiqlal. Madrasah Istiqlal kini memiliki beberapa lembaga, mulai dari Kelompok Bermain (KB) dan Raudlatul Atfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Aliyah (MA). Berkat perjuangan dan kegigihan Nibras OR Salim, kini Madrasah Istiqlal menjadi sekolah percontohan nasional dengan sistem bermain sambil belajar.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here