Karya dan Penghargaan

Perjuangannya tanpa mengenal lelah mengantarkan Nibras OR Salim meraih beberapa prestasi dan penghargaan. Di bidang pendidikan, prestasi yang ia torehkan adalah menjadi penyusun kurikulum Raudlatul Athfal di Departemen Agama tahun 1980 dan menyusun kurikulum Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-Kanak Islam/RA tahun 1995.

Prestasinya tidak hanya di bidang pendidikan saja. Ia juga merupakan perempuan yang sangat produktif menulis. Kegiatan menulis dijadikan sebagai wadah menuangkan gagasan atau pemikirannya dalam dunia pendidikan. Hampir semua buku yang ia tulis segmentasinya lebih kepada anak-anak dan ditulis dengan sangat praktis. Diantara buku yang ia tulis adalah Pendidikan Do’a untuk Balita, Pendidkan Puasa untuk Balita, Pendidikan Cinta Masjid untuk Balita, Panduan Mengenal Sifat-sifat Allah kepada Balita, Panduan Mengenal Kalimat Thoyyibah kepada Balita, Panduan Mengenal Al-Quran kepada Balita, Buku Seri Peran Ayah untuk Balita, dan Pendidikan Agama untuk Anak Umur 0-6 Tahun.

Ia juga menulis beberapa lagu islami untuk balita sebanyak 50 lagu yang sudah dibukukan dan tersedia dalam bentuk kaset, menciptakan berbagai macam alat Peraga Pendidikan Keimanan dan Ketakwaan dalam bentuk mainan, slides, foto, puzzle yang juga dikhususkan untuk lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK).

Prestasi lain yang ditorehkan beliau adalah menciptakan peragaan manasik haji untuk Murid Taman Kanak-Kanak yang disesuaikan dengan umur dan kemampuannya pada tahun 1976.

Ibu Nibras OR Salim selain berdakwah lewat tulisan juga berdakwah bil lisan dengan menjadi pembicara di berbagai workshop dan seminar nasional serta sering diundang di stasiun televisi (TVRI) untuk menyampaikan gagasannya di bidang sosial dan pendidikan.

Di luar prestasi akademik, Nibras OR Salim sering memperoleh beberapa penghargaan bergengsi. Karena perjuangan dan kegigihannya dalam dunia pendidikan itulah Ibu Nibras menerima Piagam Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya Tingkat IIIdari Presiden Republik Indonesia, memperoleh penghargaan dari Internasional Management Indonesia sebagai Penerima Anugerah Tut Wuri Handayani tahun 1997, dan termasuk daftar profil 200 Tokoh, Aktivis, dan Pemuka Masyarakat Minang yang dibukukan pada tahun 1995 dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia.

Terakhir ia memperoleh Apresiasi Sahabat Kartini sebagai salah seorang perempuan hebat. Ia tidak hanya dicatat sebagai “Pencetus TK Islam”, tetapi juga praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang penuh kreasi. Ia telah mengabdikan seluruh hidupnya dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan anak.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here