Mengejar Akreditasi

Setelah membenahi siswa, berikutya meningkat pada gurunya. Problem paling berat, para guru tidak bisa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ia eminta para guru cepat belajar dan berbenah. Untungnya ia tertolong, pada tahun 2007 itu madrasah ini harus menjalani akreditasi.

“Padahal madrasah saya yang swasta saja sudah dapat akreditasi dan dapat A. Akhirnya saya tanya ke teman-teman, teman-teman akreditasinya pinginnya apa? Mereka bilang kita bisa nggak dapet A seperti sekolah ibu yang ada di sana? Saya bilang, bisa. Lalu semua berkerja sama. Jadi selama dua minggu itu kita pulang di luar jam kerja, teradang sampai jam 10 malam karena memang guru-guru nggak bisa membuat RPP. Akhirnya saya menjgajari para guru membikin RPP.”

Pada waktu itu administrasi madrasah masih berantakan, jauh dari standar. Ia kemudian membenai kantor dan manajemen tata usaha.

“Saya mengawal terus kerjasama temen-temen, dan Subhanallah ternyata kerja keras kita terlihat dan saat akreditasi kita mendapat nilai A. Tahun 2007 itu di Kanwil kami yang terakreditasi A untuk negeri hanya 3,” kata Jetty.

Jadi proses untuk memperoleh akredtasi A itu dtempuh hanya dalam waktu sekitar 3 bulan. September 2007 ia mulai bertugas dan Desember itu sudah terakreditasi A. Dorongan ingin memperoleh Akreditasi A itu ia pompa terus sehinga semua mau bergerak, terutama guru-guru dan tenaga mudanya yang masih sangat enerjik. Meski ada yang terpental dan sampai mengajukan mutasi karena tidak siap dengan sistem baru yang ia terapkan, proses pembenahan MIN Cempaka Putih berlangsung sukses.

Mulai Percaya Diri

Setelah Akreditasi A sudah diperoleh, para guru dan siswa semakin percaya diri dengan madrsah mereka. Setiap Sabtu para guru belajar bersama.

“Karena guru-guru yang kelas 1,2,3 itu nggak ngerti tematik, padahal waktu itu kita sudah memakai kurikulum 2006 dan kurikulum itu sudah harus tematik untuk kelas 1,2,3. Saya mencontohkan dan memberikan wawasan tentang tematik, lalu guru-guru lain saya minta menilai apa kekurangannya dan lainnya. Nah dari situ dan akhirnya mereka ngikutin. Itu berlangsung selama 6 bulan lamanya,” katanya.

“Setelah 6 bulan alhamdulillah, mereka sudah bisa bikin silabus, perogram mingguan, dan lainnya, akhirnya saya bisa lepas pelan-pelan,” tambahnya.

Semua proses pembenahan berjalan. Jetty Maynur melihat ada beberapa hal dasar yang harus ia kembangkan dari madrasah bersama teman teman guru lainnya. Pertama, persolanan akidah dan dasar agama para siswa harus kuat karena itu adalah basic keimanan. Jadi ketika para siswa sudah lulus, mereka tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif.

Kedua, bagaimana madrasah mengembangkan sains dan matematik. Kedua materi ini adalah dasar kemampuan nalar. Untuk matematik dan sains ketika saat ia lihat masih lemah dan guru-gurunya tidak terlalu mahir dalam dua materi itu. Target yang ia canangkan dalam hal ini adalah meningkatkan mutu guru, karena siswa apalagi di usia MI sangat tergantung kepada guru. Ia pun meminta bantuan kepada para dosennya.

“Saya bilang tolong dong turun gunung untuk mengajar guru-guru kami konsep berhitung dan lainnya selanjutnya bagaimana mengajarkan konsep metodologi matematika,” kenangnya.

Program Bahasa dan Seni Budaya

Berikutnya, ia mulai mengembangkan dari sektor bahasanya yakni bahasa Arab dan Inggris. Dimulai dengan percakapan bahasa Arab dan Inggris untuk harian. Jadi ketika ada siswa meminta izin, mereka harus memakai bahasa Inggris atau bahasa Arab. Jika tidak, maka mereka tidak diizinkan. Akhirnya mereka menjadi terbiasa.

Ia juga bekerjasama dengan British International School di kawasan Bintaro. Kebetulan ada orang tua murid yang bekerja di sana dan mau menjadi volunteer. Setiap Sabtu ada kajian tentang ektrakurikuler atau eskul fun in English.

“Setiap bulan sekali guru-guru asing mereka datang ke sini entah dari Kanada, Australia, Meksiko, atau yang lain. Karena mereka beragam yang mengajar di internasional school, maka kita juga belajar banyak hal. Alhamdulillah hasilnya juara story telling yang baru-baru ini setingkat provinsi Banten,” katanya.

Berikutnya lagi yang dikembangkan adalah seni budaya. Jetty Mayur yakin dengan seni budaya akan memperhalus budi pekerti anak. Jadi anak yang suka tawuran kan bisa lebih halus oleh adanya seni budaya ini. Jadi ada seni rupa, tari, lukis, musik. Di musik ini ada marawis, band, dan drumband yang baru-baru ini dikembangkan lagi. Dan.. “Subhanallah keempat-empatnya berkembang semuanya.”

Alhamdulillah. Sekarang bahasa sudah menghasilkan, matematika dan sains juara KSN tingkat nasional 2 kali berturut-turut untuk matematikanya,” katanya.

Hal terpenting dalam semua pengembangan, termasuk dalam memacu siswa berpestasi adalah pendampingan. Di bidang olahraga madrasah ini juga merah prestasi di bidang renang dan catur, bahkan sampai tingkat nasional.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here