Kelas Jauh

Gedung dan ruang kelas MIN berada di Jl. W.R. Supratman Gg. Mahoni No. 58 Rt. 01/04 Kp.Utan Ciputat. Selain itu MIN Cempaka Putih juga membina kelas jauh filial di kawasan Vila Dago Pamulang. Kelas jauh ini dirikan 6 tahun yang lalu.

“Waktu itu ada tanah vakum. Warga di sana membutuhkan sekolah dasar tapi mereka ingin sekolah yang berciri khas Islam. Akhirnya mereka datang ke Kemenag Kabupaten Tangerang. Akhirnya saya dipanggil. Ditawarkan kepada saya, ibu bisa nggak bikin sekolah tersebut?”

Yang membuat Jetty Maynur bersemangat, tanah itu menjadi rebutan antara DKM masjid dengan pihak gereja.

“Setelah itu saya bismillah, nggak apa-apa meskipun kepala kantor juga bilang kalau bangun madrasah ini nggak ada dananya sedangkan mereka dateng bulan April dan Juli harus sudah ada dan berjalan. Saya bilang kalau ini jadi gereja saya dosa juga kalau begitu. Akhirnya kita mengumpulkan dana. Kebetulan saya masih aktif di yayasan As Salamah yang sekarang sudah menjadi sekolah besar itu lalu saya bilang madrasah baru ini butuh tiga lokal dengan sekitar Rp 360 juta nanti saya nyicil sekitar 3 tahunan.” Dengan dana itu Jetty berhasil membuka 3 kelas, lalu bertambah 2 lokal tiap tahunnya.

Jadi setiap tahun MIN 2 Cempaka putih membuka 2 kelas ditambah 2 kelas filial. Total untuk tahun ajaran 2015-2016 MIN Cempaka Putih mempunya 24 kelas dari kelas 1 ampa kelas 6. Filial MIN Cempaka Putih di Vila Dago saat ini menuju proses penegerian dari Kota Tangerang Selatan. Setelah dinegerikan madrasah ini akan berpisah dan menjadi MIN 3.

Saat ini madrasah di Vila Dago Tol (VDT) ini dikelola secara mandiri. Kepalanya madrasahnya adalah Jetty Maynur sendiri yang dibantu 3 wakil kepala (waka) di sana: Waka kesiswaan, waka sarana dan prasarana (sarpras), dan waka kurikulum. Setiap Jumat, pengelola MIN Cempaka Putih dan pengelola kelas jauh berkumpul untuk sharing, dan sebulan sekali diagendakan pertemuan dengan pembahasan yang lebih stategis.

Jadi terkait pendirian kelas jauh, awalnya Jetty merasa tertantang karena tanah kosong itu diincar oleh geraja. Selain itu di kawasan Tangerang Seatan jumlah madrasah dan SD tidak berimbang. Di kawasan Ciputat Timur saja ada 39 SD Negeri, sementara MIN cuman 1.

Kerjasama Internasional

Sejak tahun 2011 MIN Cempaka Putih mengikuti Program Bridge. Program ini mengemas pembelajaran tentang seni, budaya dan bahasa antara dua negara yaitu Indonesia dan Australia. Sejak itu MIN Cempaka putih mempunyai “sister school” Marborought Primary School (MPS) Merlbourne Australia. Beberapa kali sejak 2011 guru-guru MIN mendapatkan kesempatan mengunjungi MPS. Sebaliknya, guru-guru MPS juga beberapa kali mengunjungi MIN Cempaka Putih.

Pada Maret 2014 Jetty bersama seorang guru mendampingi lima muridnya untuk berkunjung dan belajar di MPS. Kelima anak madrasah yang belajar di MPS itu ternyata cukup pandai dan bisa mengikuti siswa MPS dalam belajar. Para siswa MPS dilatih dan dibimbing menjadi anak-anak yang berani untuk bertanya dan menjawab. Kepada para siswa MPS, para siswa MIN Cempaka Putih juga berbagi pelajaran seputar kebudayaan Indonesia dan memperagakan tari-tarian khas asal daerah Sumatera Barat.

“Kami belajar tentang sistem belajar di sana, dan murid kami juga belajar bersama anak-anak di sana. Dan ternyata anak murid kami juga hebat nggak kalah cerdasnya dengan mereka.”

Jetty bercerita, di Australia ada yang menarik. Mereka tidak beragama Islam, namun nilai islami berkembang bagus di sana. Ada disiplin, keteraturan, dan lain sebagainya. Dua bulan sekali guru-guru dan siswa MIN berkomunikasi via skype dengan pihak MPS untuk berdiskusi dengan tema-tema tertentu. “Misalkan tentang musik. Jadi dari sana menampilkan siswanya dengan alat musiknya dan di kami juga seperti itu. Jadi kita bisa bertukar budaya dengan mereka dan juga mereka tahu tentang kita dan kita tahu tentang mereka,” kata Jetty.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here