Siswa Membludak Tiap Tahun
Ibu Jetty Maynur di ruang kerjanya
Ibu Jetty Maynur di ruang kerjanya

Waktu Jetty Maynur masuk ke MIN Cempaka Putih, baru ada 290 siswa dari kelas 1 sampai 6. Masing-masing satu kelas. Sekarang jumlah siswanya sudah 495 siswa. Ditambah kelas jaug, jumlah siswanya jadi menjadi 815 siwa.

Sekarang jumlah siswa membludak. “Kalau pendaftaran itu kita batasi, karena kalau banyak yang tidak lulus itu kan nggak tega ya. Kalau tidak dibatasi bisa 600 an yang nggak lolos. Jadi sistem kami semisal menerima 70, ya pendaftarnya dibatasi 140 saja. Misalkan dibuka benar-benar itu bisa sedih sekali, seharusnya memang kalau pendidikan dasar itu tidak ada tes karena sebenarnya kita yang harus memfasilitasi. Cuman karena keadaan, kita nggak bisa peminatnya terlalu banyak. “

“Seperti tahun kemarin itu, bayangkan dari jam 4 pagi orang tua sudah antre di depan untuk bisa dapat nomor. Sebenarnya formulir baru dibagikan pukul 08.00, namun karena takut mengganggu jam belajar, kami umumkan jam 06.00 saja. Ternyata mereka antre mulai jam 4 pagi,” tambahnya.

Demikianlah Jetty Maynur telah tercatat sebagai salah satu kepala sekolah yang telah meningkatkan nilai tawar madrasah. Ia bertekad menularkan ilmunya kepada mahasiswa KKN. “Madrasah itu nggak boleh besar sendiri karena kalau besar sendiri negeri repot jadi madrasah di sekitarnya juga harus diberdayakan.

Menurutnya, Kepala Madrasah itu adalah lokomotif perubahan di madrasah. “Saya bicara ke teman-teman, bagaimana caranya agar madrasah ini dicintai, dipilih oleh masyarakat, dan lain sebagainya. Sayang jika ada madrasah yang tidak berkembang. Apalagi mereka memiliki kans yang baik misalnya berlokasi di pinggir jalan,” katanya.

Tidak berpuas dengan prestasinya sendiri. Ia tidak pernah berhenti belajar. Para guru MIN Cempaka PUtih sudah mendapatkan penghargaan sebagai Guru Teladan Tingkat Propinsi Banten Tahun 2008, Guru Teladan Tingkat Nasional Tahun 2008, Guru Kreatif Alfatoun Tahun 2013, dan lain-lain. Namun ia tidak berpuas dengan semua hasil yang telah dicapai. Ia tidak berhenti mengadakan studi banding dan berkoordinasi dengan beberapa tokoh pengelola madrasah di Indonesia yang dinilainya telah berhasil dan sukses.

Ada satu kalimat penutup yang ia sampaikan. Menurutnya, mutu madrasah itu berasal dari kualistas SDM-nya bukan fasilitasnya. Jadi keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi penghambat madrasah untuk terus bergerak maju. [A. Khoirul Anam]

* Profil Jetty Maynur ini telah dimuat dalam buku “Keteladanan: Sosok Guru Madrasah Inspiratif” yang diterbitkan Kementerian Agama (2015)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here