Sarkiah Hasiru
Sarkiah Hasiru
Sarkiah Hasiru

Pada 2005, Ibu Sarkiah Hasiru mulai memimpin MAN Limboto. Waktu itu madrasah aliyah ini belum banyak diminati. MAN Limboto diapit dua sekolah, satu SMA dan satu lagi SMK. Para siswa yang mendaftar ke madrasah ini adalah mereka yang tidak diterima di dua sekolah umum itu. MAN Limboto hanya menerima sisa-sisa.

Tahun pelajaran 2005/2006 itu hanya ada 80 siswa keseluruhan dari mulai kelas 1 sampai kelas 3 aliyah, atau kelas X, XI dan XII. Itu pun, untuk calon siswa kelas X Sarkiah harus mendatangi rumah mereka satu-persatu. Ia menjelaskan kepada orang tua mereka apa itu madrasah dan mengajak anak-anak mereka belajar di madrasah. Namun beberapa tahun kemudian keadaan berbalik. MAN Limboto menjadi favorit. Tidak lagi mendapatkan sisa-sisa. Madrasah ini bahkan berani membuka pendaftaran lebih awal dibanding dua sekolah umum di sampingnya. Catatan berikut ini adalah seputar rahasia sukses Sarkiah Hasiru dalam memimpin MAN Limboto mencapai puncak prestasi.

Waktu itu tidak banyak warga yang melirik madrasah. Malahan banyak juga yang tidak mengenal apa itu madrasah. Kebanyakan warga menyebut madrasah dengan sebutan “SMA madrasah”. Image madrasah masih kurang bagus.

Sarkiah mulai memperkenalkan madrasah kepada warga Limboto dan sekitarnya. Caranya, ia mengikutsertakan siswanya dalam berbagai perlombaan. Ia mendampingi siswa-siswinya sampai menjadi juara. Dari beberapa prestasi yang diraih siswa itulah madrasahnya mulai dikenal. “Kita memulai dengan prestasi. Kita promosi dengan prestasi. Kita lobi juga dengan prestasi,” kata Sarkiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here