Strategi Promosi

Menurut Sarkiah, salah satu indikator keberhasilan madrasah adalah ketika lembaga pendidikan Islam ini diminati oleh masyarakat. Atau ketika masyarakay berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke madrasah. Sementara prasyarat agar diminati, madrasah harus dikenal oleh masyarakat.

Ia mengaku terganggu kalau ada yang tidak mengenal madrasah atau salah menyebutkan istilah madrasah. “Kalau saya naik bentor (becak motor) saya selalu menyebutkan lengkap. Saya nanti turun di Madrasah Aliyah Negeri Limbito. Saya kasih lengkap sekalian untuk sosialisasi,” katanya.

Sarkiah, putri asli kelahiran Gorontalo 25 November 1965 mengaku dirinya adalah seorang pemalu. Ia tidak biasa tampil di depan umum. Namun demi untuk mengenalkan madrasah kepada masyarakat, ia belajar bernyanyi. Pada beberapa kegiatan yang dihadiri khalayak, ia memberanikan diri untuk tampil dan menyanyi sambil memperkenalkan madrasahnya.

Berikutnya, untuk mempromosikan madrasahnya, Sarkiyah melatih siswa-siswanya untuk berlatih tarian tradisional Gorontalo. Ia mendatangkan pelatih yang ahli di bidang itu. Saat hadir para tamu, entah pejabat setempat atau dari dinas pendidikan, siswa-siswinya memberikan sambutan dengan penampilan tarian tradisional. Awalnya memang canggung, namun selanjutnya para para siswa sudah terbiasa dan tampil percaya diri.

Tim penyambutan tamu dari MAN Limboto kemudian dilirik oleh Dinas Pariwisata setempat. Siswa-siswi MAN Limboto sampai dipercaya oleh kepala bagian pariwisata untuk menyambut tamu dari luar daerah dengan tarian tradisional.

“Awalnya banyak yang bertanya kenapa madrasah yang menyambut tamu? Tapi setelah tahu penampilan kita, mereka baru wawancara gimana latihannya. Sekarang Dinas Pariwisata selalu memanggil kita. Misalnya, kalau ada kunjungan DPR dari pusat, Bupati langsung menunjuk kita,” ” kata Sarkiah.

Dengan menampilkan siswa-siswinya dalam beberapa kegiatan di luar, Sarkiah juga ingin membuat mereka lebih percaya diri. Ia juga selalu mendampingi para siswa mengikuti berbagai perlombaan.

“Anak-anak selalu ikut lomba dan saya damping supaya mereka tidak takut. Setiap lomba selalu anak-anak saya wanti-wanti harus punya target. Jangan minder dengan anak-anak dari sekolah lain, termasuk dari Insan Cendekia,” kata Sarkiah dengan logat Gorontalo-nya yang khas.

Saat tampil bersama siswa-siswi sekolah unggulan, apalagi sampai juara, saat itulah kepercayaan diri siswa madrasah semakin tinggi. Pada tahun pertama Zarkiah menjabat sebagai Kepala Madrasah, MAN Limboto sudah mendapatkan predikat sebagai sekretariat pramuka terbaik. Madrasah ini juga berhasil menjadi juara dalam kegiatan Napak Tilas yang diselenggarakan oleh Gubernur. Siswa MAN Limboto juga menang dalam lomba cerdas cermat Tap MPR, dan masih banyak lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here