Sahrul Pasisingi bersama profesor pembimbing sewaktu wisuda kuliah S2 di Jepang tahun 2012.
Sahrul Pasisingi bersama profesor pembimbing sewaktu wisuda kuliah S2 di Jepang tahun 2012.

Lulus dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gorontalo 2003 terbang ke Jepang melalui program beasiswa Monbusho atau Kementrian Pendidikan Jepang. Pihak madrasah dan guru-gurunya mencarikan informasi dan membantu proses pendaftaran. Kini ia telah menyelesaikan pendidikan D3, S1 dan S2 di Jepang dan sedang berkarir di salah satu perusahaan komunikasi terkemuka di Tokyo.

Guru-gurunya di MAN Insan Cendekia Gorontalo mengatakan, “Sahrul sekarang sudah mirip sekali dengan orang Jepang.” Mungkin karena ia berada di Negeri Sakura selama bertahun-tahun, lebih dari 10 tahun, dan jarang sekali pulang ke Gorontalo.

Ceritanya panjang sekali sampai akhirnya Sahrul berhasil menyelesaikan pendidikan di Jepang dan berkarir di sana. Menyelesaikan jenjang pendidikan D3, S1 dan S2 di Jepang juga bukan perkara mudah.

Fokus kajian dan keahliannya adalah teknologi wireless. Tugas akhir D3-nya kajian “Cancellation untuk Sinyal CDMA”. Lalu tugas akhir S1-nya masih seputar teknologi wireless yakni “Propagation Channel Teknologi Multiantena.” Sampai jenjang S2, ia fokus pada teknologi wireless communication 4G. Iklim pendidikan di Jepang memang mendorong para pelajar dan mahasiswanya menjadi pakar dan spesialis.

Awalnya, saat masih di MAN Insan Cendekia Gorontalo, ia sering mendengar cerita guru-gurunya tentang kakak kelasnya yang kuliah di Jepang. Ia tertarik ingin ikut kuliah di sana juga.

“Saya ikut seleksi beasiswa Monbusho. Guru-guru saya membantu mencarikan informasi tentang prosedur beasiswa Monbusho, sampai proses pendaftaran pun banyak dibantu oleh pihak MAN Insan Cendekia,” katanya.

Ia memulai persiapan dengan mengerjakan latihan soal-soal Monbusho yang sudah diujikan tahun-tahun sebelumnya. Lalu Sahrur ikut ujian tertulis di Makassar.  Kemudian ia mengikuti ujian wawancara di Jakarta.

Alhamdulillah saya lulus seleksi, dan berangkat ke Jepang tahun 2004 mengikuti program D3 Monbusho,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here