Tertarik Industri Komunikasi

Saat ini Sahrur tinggal di Kawaguchi, Saitama-pref, Jepang. Ia bekerja sebagai Engineer di NTT Communications Corp Tokyo. Ia belum membuat planning lebih jauh karena sedang fokus meniti karir di perusahaan tempat bekerja sekarang.

Banyak hal yang menyebabkan ia memilih belajar dan berkarir di Jepang. Pertama karena negara ini terkenal dengan kemajuan industri elektroniknya, dan ia merasa tertarik ingin menekuni bidang tersebut.

“Saya pun memlilih berkarir di Jepang karena saya merasa ada peluang untuk menerapkan ilmu yang saya tekuni, serta dapat menimba pengalaman bekerja di lingkungan budaya orang Jepang,” katanya.

Dalam hal pendidikan, dibandingkan dengan Indonesia, secara umum materi pelajaran lebih di Jepang lebih fokus dan proporsi membahas konsep lebih banyak dibandingkan latihan soal.

Dalam hal karir, di Jepang dituntut untuk disiplin waktu, sehingga ia terbiasa bekerja di bawah tekanan dan dengan jam kerja yang relatif panjang.Tapi penghargaan atas kinerja sebanding dengan kerja keras yang sudah dilakukan.

Ia bercerita, menjelang akhir masa studi ia mencoba berpikir kembali tentang apa cita-citanya sebenarnya.

“Ada dua jalan yang bisa ditempuh setelah S2. Jalan pertama, lanjut S3 jadi ilmuwan, peneliti atau dosen. Jalan kedua, terjun ke dunia kerja, jadi engineer di perusahaan Jepang. Saya memilih jalan kedua karena merasa lebih pas dengan cita-cita saya,” kata Sahrur..

“Mulailah saya ikut seminar-seminar di perusahaan-perusahaan Jepang. Di Jepang banyak sekali pilihan tempat kerja, perusahaan-perusahaan tersohor, seperti Toyota, Nissan, Mazda, Honda, Sony, toshiba, hitachi, fujitsu NEC, sharp dan seterusnya. Mereka membuka peluang besar untuk para calon fresh graduate,” katanya.

Ia sendiri lebih tertarik dengan industri telekomunikasi karena sejalur dengan bidang yang ia tekuni sewaktu kuliah. Ia bertemu dengan NTT Communications, anak perusahaannya NTT, grup perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang. Perusahaan ini sedang gencarnya membuka peluang masuk pegawai asing dalam rangka memacu expansi globalnya.

“Karena tertarik dengan peluang bekerja di perusahaan multinasional, saya pun mencoba melamar , ikut seleksi (ujian berkas, tertulis, wawancara) dan alhamdulillah diterima,” ujarnya.

Meski sudah menjalani “masa kemapanan” di Jepang, Sahrul masih berpikir akan pulang dan berkarir di Indonesia. “Saya punya rencana pulang ke Gorontalo dan membuka lapangan kerja baru sekaligus menerapkan ilmu dan pengalaman yang saya dapat selama berada di Jepang,” pungkasnya. [A. Khoirul Anam]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here