Nursalim, Kepala MTsN 2 Kediri
Nursalim, Kepala MTsN 2 Kediri
Nursalim, Kepala MTsN 2 Kediri

Beberapa tahun, memimpin MTsN 2 Kediri, Nursalim telah mengantarkan madrasah ini sebagai pelopor madrasah berbasis riset. Para siswanya difasilitasi untuk menemukan hal-hal baru. Hasil karya siswa diikutkan dalam ajang kompetisi sampai tingkat nasional. 9 karya dari MTsN 2 Kediri kini telah dipatenkan.

Bernama lengkap Nursalim M.Pd, saat ini ia tinggal di Jl. Masjid al-Huda Kota Kediri. Ia berasal dari keluarga sederhana, lahir pada tanggal 1 Januari 1966 di Desa Balai Turi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk.

Ustawun Hasanah

Pagi-pagi sekali sebelum para siswanya datang, Drs. H. Nursalim, M.Pd.I, Kepala MTsN 2 Kediri sudah berada di madrasah. Dialah orang pertama kali yang menyambut siswa-siswi MTsN 2 Kediri yang datang untuk belajar. Dia tidak mau kalau siswa-siswinya datang ke madrasah disambut oleh satpam. Kata Nursalim, kunci sukses untuk mencetak murid berprestasi adalah uswatun hasanah dari guru.

Pada tahun 1986 setelah lulus dari PGA, tepatnya saat berusia 20 tahun, Nursalim diterima untuk menjadi salah satu guru di MtsN 2 Kediri. Tahun 1991 diangkat jadi PNS golongan II A (ijazah PGA) di lingkungan Kementerian Agama. Awalnya, Ia ditugaskan di MI Miftahul Falah, tetapi kemudian dipindahtugaskan ke MtsN 2 Kediri.

Pengabdiannya di MTsN 2 Kediri dimulai sejak tahun 1986 itu. Dalam jangka waktu kurang lebih 29 tahun itu (terhitung sampai pertengahan tahun 2015) hampir seluruh jabatan pernah dipegangnya, kecuali jabatan bendahara. Ia pernah menjadi wali kelas, pembina pramuka, pembina OSIS, pembina jurnalistikhingga menjadi kepala madrasah. Ia memegang amanat sebagai kepala madrasah sejak 2011 hingga 2015 ini, dan pernah meraih penghargaan sebagai guru terbaik di tingkat Jawa Timur.

Baginya, pengalaman yang paling berkesan dalam perjalanannya menempuh pendidikan dasar sampai perguruan tinggi adalah pendidikan karakter dan uswatun hasanah yang diberikan guru-gurunya. Inilah yang kemudian diamalkannya ketika aktif menjadi pendidik dan kepala madrasah.

Sejak aktif menjadi guru madrasah, ia punya mimpi bahwa suatu saat pendidikan madrasah harus lebih baik daripada sekolah-sekolah umum. Dan, setelah sekian tahun, apa yang diimpikannya telah menjadi kenyataan. Ia mampu mengangkat derajat madrasah menjadi penuh prestasi, khususnya MTsN 2 Kediri yang sebelumnya dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai pendidikan kelas pinggiran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here