Madrasah Unggulan

Nursalim bersama siswinya Zayda Safira, juara olimpiade matematika di China 2014
Nursalim bersama siswinya Zayda Safira, juara olimpiade matematika di China 2014

Awalnya, MTsN 2 Kediri merupakan bagian dari PGA. Kemudian pada tahun 1987 dilakukan relokasi ke Jalan Sunan Ampel No. 12 Kelurahan Ngronggo kota Kediri. Di masa-masa awal, MTsN 2 Kediri pernah mengalami masa-masa sulit. Jumlah siswa saat itu masih terbilang sedikit dan tenaga pendidiknya pun sangat kurang, hingga pernah meminjam tenaga pendidik dari sekolah umum untuk menjadi pembimbing pada saat EBTANAS.

Dengan kenyataan seperti itu, praktis MTsN 2 Kediri belum mampu menarik perhatian masyarakat secara umum.

Kondisi demikian membuat Nursalim dan teman-teman guru yang lain berpikir untuk menjadikan MTsN 2 Kediri lebih baik lagi. Ia mengenang saat itu masyarakat dan pemerintah belum bisa bersikap fair.

Terbukti, di saat kondisi madrasah sudah cukup baik, masyarakat tak lantas memandangnya baik. Mereka baru akan bilang madrasah itu baik jika kenyataannya madrasah sudah sangat baik. Pemerintah pun sama. Ketidakadilan dari pemerintah saat itu terlihat ketika menganakemaskan pendidikan sekolah umum dengan memberikan fasilitas gedung belajar yang representative dan mengabaikan madrasah-madrasah yang masih menggunakan serambi masjid sebagai tempat belajar.

Karena itulah Nursalim bertekad menjadikan MTsN 2 Kediri sebagai madrasah unggulan dan berkualitas. Ia ingin membuktikan bahwa madrasah juga tidak kalah dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum. Seiring dengan berjalannya waktu, apa yang dicitacitakannya terwujud. Berbagai macam prestasi diraih oleh madrasah yang memiliki jumlah siswa kurang lebih 1136 ini. Prestasi nasional hingga internasional sudah diraih. Di antaranya; mendapat penghargaan sebagai madrasah terbaik nasional pada tahun 2004 dan 2010, Juara 1 Lomba Sekolah Sehat Nasional yang diadakan oleh kemendikbud pada tahun 2004.

Dua prestasi awal itu pada gilirannya menjadi pemicu madrasah untuk selalu meraih prestasi berikutnya, baik prestasi kelembagaan maupun prestasi individu siswa atau guru.

Prestasi antara lain datang dari salah satu siswinya yang bernama Zayda Shafira Ramdhanty dengan meraih medali perunggu pada AIMO atau Asian International Mathematic Olympiad di China 2014. Secara kelembagaan, MTsN 2 Kediri sendiri meraih penghargaan sebagai madrasah berintegritas tingkat nasional.

Prestasi-prestasi itu pada akhirnya mampu membuat masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata. Antusias masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak ke MTsN 2 Kediri semakin hari semakin tinggi.

Nursalim juga telah mengantarkan MTsN 2 Kediri sebagai madrasah dengan indeks integritas terbaik karena telah menyelenggarakan UN 2015 dengan CBT (Computer Based Test).

Hampir-hampir tidak ada problem yang tidak bisa diatasi. Bagi Nursalim, secara umum bahkan ia tidak merasa menemukan problem yang berarti di madrasahnya. Semua tahapan pengembangan bisa dijalankan dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here