Mengapa Negara Gagal
Mengapa Negara Gagal

Judul                : Mengapa Negara Gagal: Awal Mula Kekuasaan, Kemakmuran dan Kemiskinan
Penulis             : Daron Acemoglu & James A. Robinson
Penerbit          : Elex Media Komputindo
Cetakan           : II, Januari 2015
Tebal               : 582 halaman

Isu kesenjangan pendapatan nasional antarnegara di era modern menjadi problema yang berkelindan. Masalah ini senantiasa menganga dalam perdebatan konsep negara gagal (failed state) dengan pelbagai indikator yang mengiringinya. Budaya, iklim, posisi geografis, serta kebodohan menjadi deretan indikator yang dianggap melahirkan ketimpangan antara negara kaya dan miskin.

Dalam rangka menjawab persoalan itu, buku langka ini hadir dengan jawaban yang begitu bernas dan berbeda. Ternyata, pelbagai faktor itu tidak ada kaitannya dengan kesenjangan sebuah negara. Hasil penelitian lima belas tahun dari Daron Acemoglu dan Robinson ini, memaparkan dengan lugas bahwa faktor yang sangat menentukan kesuksesan atau keterpurukan ekonomi suatu negara ditentukan oleh institusi politik-ekonomi ciptaan manusia. Institusi ekonomi politik mengejawantah menjadi kunci utama suatu bangsa untuk menggapai kemakmuran.

Mengapa Negara Gagal: Awal Mula Kekuasaan, Kemakmuran dan Kemiskinan

Karya dari profesor ilmu pemerintahan di Harvard University ini cukup mencengangkan. Teori budaya, iklim, geografi, bukanlah faktor definitif yang menentukan takdir suatu bangsa. Robinson memberikan tamsil Korea Utara dan Korea Selatan yang memiliki kesamaan budaya, iklim dan geografis. Namun anehnya, rakyat Korea Utara termasuk yang termiskin di dunia. Keadaan itu berbanding arah dengan rakyat Korea Selatan yang menjadi salah satu negara termakmur di dunia. Begitu juga dengan Bostwana yang mampu meraih predikat salah satu negara termaju di dunia. Sementara negara-negara yang lain di Afrika seperti Zimbabwe, Sierra Leone dan Kongo masih terkatung-katung dalam jurang kemiskinan.

Dalam konteks pengonstruksian konsep suatu negara, Acemoglu dan Robinson begitu jeli dalam melihat intervensi pemerintah untuk kepentingan kemanusiaan. Negara-negara yang gagal dalam membawa rakyatnya sejahtera secara sendirinya terperangkap dalam label negara penjahat (rogue state). Dengan kata lain, negara itu tanpa menyadari tengah menyusun rencana menuju kegagalan dan penghancuran kreativitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here