Sementara di sisi lain, rezim yang buruk akan memanen kemiskinan. Faktanya, rendahnya tingkat pendidikan rakyat di negara miskin disebabkan oleh institusi ekonomi yang tidak menawarkan insentif kepada orang tua untuk menyekolahkan anaknya, atau akibat politisi yang gagal mendesak pemerintah untuk membiayai pelbagai lembaga pendidikan.

Dalam analisis Robinson, untuk memutus mata rantai disparitas yang menganga lebar di kedua sisi tapal batas pembeda antara kemakmuran dan kemiskinan sebenarnya bisa diatasi dengan satu hal yaitu kebijakan. Negara dalam kondisi apapun harus menyusun kebijakan yang futuristik untuk dinikmati dalam jangka panjang menuju tangga kemakmuran.

Buku ini memaparkan pelbagai perkara besar dalam sejarah peradaban manusia. Dengan analisis komprehensif dari kajian sejarah, ilmu politik dan ekonomi, karya ini akan mengubah cara pandang siapapun terhadap etos kerja pembangunan bangsa dan negara. Buku ini wajib dibaca sebagai warisan pengetahuan dalam merangsang inovasi berpikir untuk berkontribusi sekecil apapun untuk bangsa dan negara. [Wildani Hefni]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here