Para Pemenang LKIR Madrasah

Akhir tahun 2015, Direktorat Pendidikan Madrasah merilis sebuah buku dengan judul “Bunga Rampai Esai-Esai Madrasah, Jilid I”. Dari judul buku ini, Anda pasti menebak bahwa isi buku ini adalah kumpulan artikel tentang madrasah. Namun, jika anda baca isinya—tidak hanya baca judulnya—kesimpulan anda akan sedikit berbeda. Buku ini adalah kumpulan hasil riset siswa-siswi madrasah. Kemudian anda pasti juga akan menyangkal dengan kalimat-agak-tidak-percaya: “siswa-siswi madrasah melakukan riset?” Untuk pertanyaan tersebut jawabannya adalah “kini, madrasah sudah berubah.” Salah satu perubahannya adalah tradisi riset.

Buku Kumpulan Riset Para Siswa Madrasah
Buku Kumpulan Riset Para Siswa Madrasah

Sejak diluncurkannya program madrasah riset nasional (pro-madrina) di tahun 2010, kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkembangkan minat penelitian siswa-siswi di madrasah semakin marak, seperti kegiatan ekstra KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) atau kegiatan ektra pembuatan produk-produk inovatif. Kementerian Agama yang menaungi madrasah seluruh Indonesiapun juga menyelenggarakan program riset, seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang biasanya dibarengkan dengan KSM (Kompetisi Sains Madrasah). Semua ini dilakukan untuk menumbuhkan nalar riset di madrasah.

Akhir-akhir ini, pemberitaan tentang riset di Indonesia cukup memprihatinkan, diantaranyamaraknya plagiasi sebagai akibat malasnya akademisi melakukan riset yang sesungguhnya, minimnya dana riset yang dialokasikan oleh instansi-instansi untuk para periset dan tidak adanya gerakan riset nasional secara terstruktur dan berkelanjutan yang didukung dan dikomandoi oleh pemerintah. Padahal Indonesia mengontongi anak-anak emas yang memilik potensi menjadi periset dunia. Di antara anak-anak emas itu adalah siswa-siswi madrasah. Buku ini adalah sebagai salah satu buktinya.

Secara garis besar, isi buku ini dibagi menjadi dua. Pertama, adalah makalah-makalah siswa-siswi madrasah yang pernah dilombakan dan menang di ajang kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama seperti LKTI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), seperti LKIR dan NYIA, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti LKIR Lawatan Sejarah. Makalah-makalahnya cukup beragam, tidak melulu persoalan agama, tetapi juga persoalan sosial-budaya, sains, informasi teknologi, IPA, Kimia dan sebagainya. Kedua, artikel-artikel pendek siswa-siswi madrasah yang pernah dilombakan di tingkat nasional dan mendapatkan penghargaan oleh institusi-institusi di luar Kementerian Agama.

Buku ini memiliki 728 halaman, memuat 25 makalah dan artikel.Resensi ini akan menyajikan sebagian dari keunikanisi makalah dan artikel tersebut sebagai bukti inovasi dan kreativitas siswa-siswi madrasah.

Pertama, inovasi permainan. Ada dua makalah yang menyajikan tentang inovasi permainan untuk anak-anak di umur pendidikan dasar dan menengah. Muhammad Nabila dan Zahratus Saadah membuat sebuah permainan yang mirip monopoli. Namun, monopoli tersebut didesain agar para pemainnya menyukai alam dan memiliki kesadaran konservasi alam. Menariknya lagi, pemain game ini diposisikan sebagai Khalifatullah fil Ardh. Makalah kedua tentang inovasi permainan disuguhkan oleh Septi Widyanti, yakni kartu Legendnesia. Permainan kartu yang mirip permainan kartu quartet, namun konten/isinya adalah menyambungkan atau mempertemukan alur cerita rakyat Indonesia. Di dalam kartu tersebut juga ada hitung-hitungan matematika dasar. Jadi, dengan bermain karti Legendnesia ini, anak-anak diajari untuk mencintai floklore (cerita rakyat) Indonesia dan juga belajar matematika dasar. Kartu ini sudah diujikan di anak-anak SD dan SMP. Hasilnya, pengetahuan anak-anak SD dan Mts tentang cerita rakyat dan matematika dasar meningkat.

Kedua, penelitian tentang persoalan sosial-budaya, salah satunya adalah karya Nur Khofifatul Maula dan Putri Rahayu Budiman (siswi-siswi MAN Insan Cendekia Jambi) yang menyuguhkan penelitian menarik, yang kemudian akan membawa mereka terbang ke Amerika tahun ini untuk melanjutkan presentasi penelitiannya. Mereka meneliti tentang pengaruh eksistensi perkebunan sawit terhadap integrasi sosial masyarakat transmigran di desa Sumber Harapan Kabupaten Muara Bungo, Jambi. Penelitian ini meriah juara I untuk kategori bidang sosial pada Lomba Karya Ilmiah LIPI tahun 2015. Penelitian ini berkesimpulan bahwa eksistensi perkebunan sawit ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar bagi integrasi sosial. Dan integrasi sosial tersebut berkontribusi pada produktivitas perkebunan sawit.

Ketiga, penelitian bidang ilmu pengetahuan alam dan hayati. Adalah Lailatul Fatkhiyah dan Noor Laila Safitri (siswi MAN 2 Kudus) telah meneliti dan menyimpulkan bahwa suara musik klasik berhasil mendorong pertumbuhan tanaman Brokoli. Kesimpulan ini diambil setelah mereka membandingkan pertumbuhan Brokoli yang tidak diberi atau diiringi dengan musik klasik. Dari penelitian ini, mereka akan mengembangkannya lagi dengan eksperimen bagaimana jika proses pertumbuhan tanaman Brokoli tersebut diiringi dengan alunan ayat-ayat suci al-Qur’an.

Masih banyak hasil penelitian menarik lainnya yang tidak bisa penulis ulas semua di sini. Intinya, dengan membaca buku ini, Anda akan semakin yakin bahwa madrasah mengantongi banyak calon-calon peneliti dan inventor handal. Ketika buku ini masih dalam proses cetak di akhir tahun 2015, prestasi-prestasi siswa-siswi Madrasah di kancah nasional maupun internasional semakin mempesona. Misalnya, siswa-siswa MTs Yanbuul Qur’an Kudus—juara II LKIR Kemendikbud—menciptakan alat pengubah asap rokok menjadi oksigen. Siswi-siswi MTs Al-Khairaat Ambon berjaya pada Olimpiade di Thailand dengan inovasinya membuat cream dari daun jambu air untuk peremajaan dan penyehat kulit dan juga membuat teh herbal dari tanaman kumis kucing. Siswi-siswi MTsN 1 Malang juga membuat alat terapi kejut untuk bakteri yang ada pada susu sapi perah, sehingga bakteri tersebut bisa mati dan membuat produktivitas dan kualitas susu perah menjadi baik. Penemuan-penemuan dan riset-riset mereka cukup meramaikan dunia pendidikan di Indonesia.

Rasanya, sudah tepat jika setiap tahun Direktorat Pendidikan Madrasah merilis buku-buku hasil riset dan inovasi siswa-siswi madrasah hingga berjilid-jilid (jilid I, II, III, dan seterusnya). Namun, tentu tidak cukup hanya itu, pendistribusian buku ini secara merata ke madrasah-madrasah—sebagai bentuk diseminasi ‘virus’ pembangkit semangat riset—dan sosialisasi tentang tradisi riset di madrasah juga harus menjadi agenda penting yang semestinya terstruktur, sistematis dan berkelanjutan, jika memang Direktorat Pendidikan Madrasah menginginkan lahirnya para peneliti dan inventor handal dari madrasah. ***
Identitas buku
Judul : Bunga Rampai Esai-esai Madrasah Jilid I
Pengantar : Prof Dr Phil M Nur Kholis Setiawan, MA
Kata Sambutan : Prof Dr Phil Kamaruddin Amin, MA
Epilog : Prof Dr Nur Syam, MSi
Penerbit : Direktorat Pendidikan Madrasah Kemenag RI
Tahun : 2015
Tebal : xviii dan 728 halaman
Peresensi : Hamam Faizin (Alumni Madrasah Salafiyah Kajen-Pati, Jawa Tengah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here